Alasan Orang Suka Menunda Pekerjaan karena Takut Gagal Menurut Psikolog
4 mins read

Alasan Orang Suka Menunda Pekerjaan karena Takut Gagal Menurut Psikolog

Anda sering menunda pekerjaan padahal tahu tenggat waktu sudah dekat? Menurut psikolog, alasan orang suka menunda pekerjaan paling utama adalah takut gagal. Fenomena ini disebut prokrastinasi berbasis ketakutan (fear-based procrastination). Bukan karena malas, melainkan karena otak mencoba melindungi harga diri dari kemungkinan kegagalan. Psikolog Timothy Pychyl dan Piers Steel dalam penelitian mereka menyatakan bahwa takut gagal membuat orang menghindari tugas yang mengancam citra diri. Di Indonesia, survei JobStreet 2025 menyebut 68% pekerja mengaku sering menunda karena takut hasilnya tidak sempurna. Artikel ini mengupas 7 alasan utama menurut psikolog, beserta penjelasan ilmiah dan cara mengatasinya. Anda akan memahami mengapa menunda terjadi dan bagaimana mengubah kebiasaan tersebut secara permanen.

1. Perfeksionisme yang Berlebihan

Perfeksionisme menjadi pemicu utama prokrastinasi. Anda menunda karena takut hasil tidak mencapai standar tinggi yang Anda tetapkan sendiri. Psikolog Carol Dweck menjelaskan bahwa perfeksionis cenderung memiliki pola pikir tetap (fixed mindset), sehingga kegagalan dianggap sebagai bukti ketidakmampuan. Akibatnya, Anda memilih tidak memulai daripada memulai dan gagal. Studi di Journal of Personality and Social Psychology menemukan perfeksionis menunda 45% lebih lama daripada orang biasa. Cara mengatasi: ubah target menjadi “cukup baik” dan mulai dengan versi kasar (rough draft).

2. Takut Dinilai Negatif oleh Orang Lain

Banyak orang menunda karena khawatir hasil pekerjaan dikritik. Anda takut orang lain melihat kekurangan Anda. Psikolog Kristin Neff dalam penelitian self-compassion menemukan bahwa rasa malu sosial mendorong avoidance. Di tempat kerja, ini muncul sebagai “imposter syndrome” yang kuat. Akibatnya, Anda terus menunda hingga batas waktu, lalu menyerahkan hasil yang buru-buru. Solusi: ingatkan diri bahwa kritik adalah bagian dari proses belajar, bukan penilaian atas nilai diri.

3. Rendahnya Rasa Percaya Diri (Self-Efficacy Rendah)

Menurut Albert Bandura, pencipta teori self-efficacy, orang dengan rasa percaya diri rendah cenderung menunda karena merasa tidak mampu menyelesaikan tugas. Anda merasa tugas terlalu sulit untuk kemampuan Anda. Studi 2024 di American Psychological Association menunjukkan orang dengan self-efficacy rendah menunda 2,5 kali lebih sering. Cara meningkatkan: pecah tugas menjadi langkah kecil yang bisa diselesaikan, lalu rayakan setiap pencapaian kecil.

4. Trauma atau Pengalaman Gagal di Masa Lalu

Trauma masa lalu menjadi akar prokrastinasi dalam banyak kasus. Anda menunda karena pengalaman gagal di masa sekolah atau pekerjaan pertama masih membekas. Psikolog Tara Brach menyebut ini sebagai “avoidance coping mechanism”. Otak mengasosiasikan tugas dengan rasa sakit emosional, sehingga memilih menunda. Terapi CBT (Cognitive Behavioral Therapy) terbukti efektif mengatasi pola ini dengan mengganti pikiran negatif.

5. Tugas Terasa Overwhelming dan Tidak Jelas

Tugas yang terlalu besar atau tidak jelas memicu rasa takut gagal. Anda tidak tahu harus mulai dari mana, sehingga memilih menunda. Psikolog Piers Steel dalam bukunya “The Procrastination Equation” menyebutkan ambiguitas tugas meningkatkan prokrastinasi hingga 60%. Solusi praktis: gunakan teknik “eat the frog” (lakukan tugas tersulit duluan) dan tulis langkah-langkah secara rinci.

6. Mekanisme Pertahanan Diri dari Rasa Malu

Menunda menjadi cara otak melindungi ego dari rasa malu. Anda takut gagal berarti Anda tidak cukup baik. Psikolog Brené Brown menjelaskan bahwa rasa malu (shame) lebih kuat daripada rasa bersalah (guilt). Akibatnya, Anda memilih menghindari tugas daripada menghadapi kemungkinan malu. Latihan self-compassion sangat membantu mengurangi pola ini.

7. Takut Sukses yang Tidak Disadari

Ironisnya, sebagian orang menunda karena takut sukses. Anda khawatir sukses membawa tanggung jawab lebih besar, ekspektasi lebih tinggi, atau perubahan hidup yang tidak diinginkan. Psikolog Leon Festinger menyebut ini sebagai “fear of success syndrome”. Kasus ini sering terjadi pada orang yang merasa tidak pantas sukses.

Kesimpulan

Alasan orang suka menunda pekerjaan paling utama adalah takut gagal, yang muncul dalam bentuk perfeksionisme, takut dinilai, rendahnya percaya diri, trauma masa lalu, tugas overwhelming, mekanisme pertahanan, dan bahkan takut sukses. Memahami akar psikologis ini adalah langkah pertama mengubah kebiasaan. Mulai hari ini dengan teknik kecil: pecah tugas, tetapkan deadline pribadi, dan praktikkan self-compassion. Jika prokrastinasi mengganggu produktivitas Anda secara serius, konsultasikan dengan psikolog profesional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *