Inflasi 2026: Kontroversi Kenaikan Harga Beras Bikin Kantong Rakyat Indonesia Bolong?
3 mins read

Inflasi 2026: Kontroversi Kenaikan Harga Beras Bikin Kantong Rakyat Indonesia Bolong?

Tahun 2026 baru saja dimulai, tapi harga beras sudah membuat banyak keluarga gelisah. Meski inflasi nasional terkendali di kisaran 2,5% ±1% seperti target Bank Indonesia, kenaikan harga beras terasa lebih menyakitkan. Pedagang pasar mengeluh pasokan fluktuatif, sementara pembeli merasa kantong semakin tipis. Apa sebenarnya yang terjadi?

Situasi Inflasi Indonesia di Awal 2026

Bank Indonesia memproyeksikan inflasi 2026 berada antara 2,3% hingga 2,8%. Angka ini stabil dan bahkan lebih rendah dari tahun sebelumnya. Namun, komponen pangan seperti beras tetap menjadi penyumbang utama tekanan harga. Data terbaru menunjukkan harga beras medium naik tipis, sementara premium mengalami fluktuasi.

Inflasi inti tetap rendah, tapi harga pangan volatile membuat masyarakat khawatir. Pemerintah terus memantau melalui operasi pasar dan distribusi beras SPHP untuk menjaga stabilitas.

Inflasi Indonesia Sebesar 2,86% per November 2023

Kenaikan Harga Beras Terbaru: Fakta di Lapangan

Pada Januari 2026, harga beras medium rata-rata Rp13.400–Rp16.800 per kg, naik sekitar 1–5% dibanding Desember 2025. Di wilayah timur seperti Papua, harganya bahkan tembus Rp19.800 per kg. Penyebabnya? Cuaca ekstrem, distribusi logistik, dan permintaan tinggi menjelang Ramadan.

Pemerintah memperpanjang penyaluran beras SPHP hingga akhir Januari untuk menekan harga. Stok nasional mencapai 3,25 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, tapi distribusi belum merata.

Punya Lahan Sawah? Ketahui Panen Padi Yang Optimal | Gokomodo

Kontroversi Kebijakan Pangan: Swasembada atau Masih Bergantung Impor?

Pemerintah menargetkan nol impor beras pada 2026 dan menerapkan kebijakan “beras satu harga” di seluruh wilayah. Namun, kritik muncul: program Food Estate dianggap gagal, sementara program Makan Bergizi Gratis menuai kontroversi karena penggunaan ultra-processed food.

Banyak pihak mempertanyakan apakah kebijakan ini benar-benar melindungi petani dan konsumen. DPR bahkan memperingatkan risiko krisis pangan jika kebijakan salah arah.

Langkah Nyata Stabilisasi Harga Pangan di Akhir Tahun, Pemerintah …

Dampak Inflasi ke Keuangan Rumah Tangga

Kenaikan harga beras langsung menggerus daya beli keluarga menengah ke bawah. Biaya makan sehari-hari naik, sementara pendapatan stagnan. Banyak rumah tangga mengurangi pengeluaran non-esensial seperti pendidikan dan kesehatan.

Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang ekonomi, tapi inflasi pangan membuat anggaran bulanan semakin ketat. Keluarga usia 30-50 tahun paling merasakan tekanan ini.

Orang Indonesia Makin Cermat Belanja Kebutuhan Pokok, Sensitif …

Prediksi Ekonomi Indonesia 2026

Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 5–5,4%, didorong konsumsi domestik dan investasi. Inflasi terkendali memberi ruang bagi Bank Indonesia menjaga suku bunga stabil. Namun, tantangan global seperti depresiasi rupiah bisa memengaruhi harga impor.

Secara keseluruhan, prospek positif meski risiko pangan tetap ada.

Tips Hemat Budget 2026 untuk Keluarga

  1. Prioritaskan beras SPHP atau medium yang lebih murah.
  2. Belanja di pasar tradisional pagi hari untuk harga terbaik.
  3. Kurangi pemborosan makanan dengan meal planning.
  4. Manfaatkan program subsidi pangan pemerintah.
  5. Diversifikasi sumber karbohidrat seperti ubi atau jagung.

Dengan langkah sederhana ini, Anda bisa menjaga kestabilan keuangan rumah tangga.

Inflasi 2026 memang menantang, terutama soal harga beras. Pemerintah berupaya stabilisasi, tapi kontroversi kebijakan pangan terus bergulir. Tetap waspada dan bijak mengelola anggaran agar kantong tidak semakin bolong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *