Ivar Jenner: Dari Belanda ke Dewa United, Kisah Karier dan Optimisme untuk Timnas Indonesia
Bayangkan seorang anak muda berusia 22 tahun yang lahir dan besar di Belanda, tapi memilih membela Indonesia di level internasional. Itu dia Ivar Jenner, gelandang tengah yang lagi jadi sorotan akhir-akhir ini. Baru saja resmi gabung Dewa United untuk musim Super League 2025/2026, Ivar buka-bukaan soal perjalanan kariernya di Belanda yang penuh pengalaman berharga. Dia juga nggak lupa ungkapkan optimismenya yang tinggi buat Timnas Indonesia.
Di tengah banyak pemain diaspora yang pulang kampung ke liga lokal, langkah Ivar ini bikin penasaran. Apa sih yang bikin dia mantap pindah? Bagaimana pengalamannya di akademi top Eropa? Dan yang paling penting, apa mimpi besarnya bareng Garuda? Artikel ini bakal bahas semuanya secara santai, biar kamu bisa ikut merasakan perjalanan inspiratif si anak muda keturunan Indonesia ini.
Siapa Ivar Jenner Sebenarnya?
Ivar Jenner lahir 10 Januari 2004 di Utrecht, Belanda. Tinggi badannya 186 cm, posisi utama gelandang tengah dengan teknik bagus dan visi permainan ala Eropa. Darah Indonesia mengalir dari ibunya, makanya dia memenuhi syarat buat naturalisasi.
Dia mulai dikenal saat debut bareng Timnas Indonesia sekitar 2023. Dari U-20, U-23, sampai senior, Ivar sudah koleksi puluhan caps. Bahkan pernah jadi kapten di tim usia muda. Gaya mainnya tenang, pintar baca permainan, dan kuat duel – hasil didikan sepak bola Belanda yang terkenal disiplin.
Sebelum pindah ke Indonesia, Ivar terikat kontrak dengan FC Utrecht sampai Juni 2026. Tapi akhirnya diputus mutual, dan dia langsung diasuh Dewa United. Langkah berani di usia muda!
Awal Karier yang Mengesankan di Belanda
Perjalanan Ivar di dunia sepak bola dimulai dari kecil. Dia bilang sendiri, pengalaman di Belanda berjalan sangat baik. “Saya menghabiskan dua tahun bermain di tim usia muda Ajax sebelum pindah ke FC Utrecht saat berusia 12 tahun,” ceritanya.
Ajax, siapa yang nggak kenal? Akademi mereka salah satu yang terbaik di dunia, alumni seperti De Jong atau De Ligt. Dua tahun di sana pasti ngasih fondasi kuat buat Ivar. Lalu pindah ke Utrecht, klub kota kelahirannya, dia terus berkembang.
Di Jong Utrecht (tim cadangan), Ivar dapat banyak menit bermain di divisi dua Liga Belanda. Jam terbangnya naik drastis. Kadang dipanggil tim utama, meski belum jadi starter tetap. Pengalaman ini yang dia bilang “memberi jam terbang penting”.
Kenapa Pilih Dewa United? Langkah Baru yang Menantang
Awal Februari 2026, kabar mengejutkan datang: Ivar resmi gabung Dewa United. Klub asal Banten ini lagi gencar rekrut pemain top, termasuk diaspora lain seperti Rafael Struick.
Ivar senang banget dengan keputusan ini. “Kini, saya mengambil langkah baru untuk karier saya. Yaitu dengan bergabung bersama Dewa United dan merasa sangat senang dengan keputusan ini,” katanya.
Apa alasannya? Selain ingin lebih dekat dengan roots Indonesia, bermain di liga lokal bikin dia lebih mudah dipanggil Timnas. Nggak perlu bolak-balik Eropa-Asia. Plus, Dewa United punya ambisi besar di Super League.
Yang bikin ngakak, Ivar malah kaget dengan fasilitas latihan Dewa United. Katanya lebih bagus dari yang dia rasakan di Belanda! Bayangin, klub Indonesia bisa kasih surprise positif gini ke pemain Eropa. Ini bukti liga kita lagi naik level.
Perjalanan Manis Bersama Timnas Indonesia
Ivar mulai bela Indonesia dari level U-20 saat TC di Turki. Lalu naik ke U-23, dan akhirnya senior di bawah beberapa pelatih berbeda.
“Pengalaman saya bersama tim nasional juga berjalan positif. Perjalanan itu dimulai ketika saya bergabung dengan tim nasional U20 dalam pemusatan latihan di Turki,” ungkapnya.
Dia sudah ikut berbagai turnamen, termasuk kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia. Meski pernah ada momen pahit seperti di SEA Games, Ivar tetap bangga. Pernah jadi kapten U-22, tanggung jawab besar yang dia emban dengan baik.
Pemain diaspora seperti Ivar bawa angin segar buat Timnas. Teknik Eropa mereka campur dengan semangat lokal, bikin skuad lebih kompetitif.
Optimisme Tinggi: Timnas Indonesia Bisa ke Piala Dunia!
Ini bagian yang paling bikin semangat. Ivar nggak cuma cerita masa lalu, tapi juga tatap masa depan dengan penuh harapan.
“Meskipun kami belum berhasil lolos ke Piala Dunia, saya percaya tim nasional memiliki kualitas yang baik untuk bersaing di Piala Asia serta menatap peluang menuju Piala Dunia berikutnya. Saya optimistis target tersebut dapat tercapai,” tegasnya.
Obsesinya besar: bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030. Dengan generasi emas sekarang – tambah pemain muda berbakat dan diaspora – mimpi itu nggak mustahil. Apalagi PSSI lagi serius bangun fondasi.
Ivar yakin, dengan kerja keras dan dukungan suporter, Garuda bisa terbang lebih tinggi. Pesan yang inspiratif banget buat kita semua.
Apa Selanjutnya Buat Ivar Jenner?
Langkah ke Dewa United ini baru awal babak baru. Di usia 22, potensinya masih besar. Kalau performa bagus di liga, posisinya di Timnas bakal makin kuat. Mungkin suatu hari balik lagi ke Eropa, atau malah jadi ikon di Indonesia.
Yang pasti, Ivar Jenner tunjukkin kalau darah Indonesia nggak kenal batas negara. Dia pilih bela Garuda dengan hati, dan itu yang bikin kita bangga.
Kamu gimana? Ikut optimis nggak sama masa depan Timnas bareng pemain seperti Ivar? Yuk share pendapat di komentar!


